Berprestasi atau Tersisihkan?

prestasi

Dalam diri manusia secara fitrah telah tercipta sebuah “file prestasi”. Artinya, setiap manusia yang hidup dalam kondisi normal dipastikan mendambakan prestasi, sekecil hingga sebesar apapun. Untuk berprestasi tentu bukan hal yang mudah, diperlukan daya saing pribadi untuk menjuarai kompetisi yang kita temui. Intinya meningkatkan daya saing pribadi itu penting bung! Namun, masih banyak orang yang anti dengan persaingan. Katanya, tidak perlu bersaing sebab rezeki tidak akan lari kemana. Bukankah kita sudah tahu bahwa Allah memerintahkan kita untuk berusaha? Rezeki memang tidak akan lari kemana, tapi kita harus datang menjemputnya.

Perhatikan beberapa fakta ini:

  • Tingkat lulusan perguruan tinggi bertambah setiap tahun. Artinya setiap tahun akan lebih banyak lagi pribadi-pribadi yang berpendidikan, memiliki kualifikasi yang bagus. Jelas mereka adalah pesaing kita, karena mereka juga menginginkan profesi sementara tempat profesi itu terbatas.
  • Lintas negara. Bukan hal yang aneh, banyak perusahaan Indonesia yang impor “ahli” dari luar. Padahal gaji mereka jauh lebih mahal dibandingkan asli putera negeri. Itu karena pegawai impor memiliki kualifikasi yang lebih baik dibandingkan kita. Ditambah lagi, Asean Economic Community yang akan berlangsung mulai tahun 2015. Akan banyak produk mancanegara yang bertandang ke negeri ini. Kita bisa saja berkoar bahwa anak/produk negeri lebih baik dari impor, tapi berkoar tidak cukup, buktikan!

Jika kita ingin maju, ingin sukses maka tingkatkan daya saing. Awali dengan mental juara dan pengembangan diri, baik di dalam atau luar kampus. Jika tidak, bersiaplah maka kamu akan tersisihkan.

Mumpung lagi muda, sehat, dan banyak peluang yang dapat diraih, maka jangan sia-siakan waktu untuk hal yang tidak ada gunanya. Jadikan setiap detik berarti yang bermanfaat di hadapan Allah dan manusia. Buatlah ‘map of life’, rancang target konkret dan jangka panjang kedepannya. Jadikan kitab dan sunnah Nabi sebagai panduanmu.

Pengalaman pun telah mengajarkan kita, tidak ada prestasi tinggi yang dicapai kecuali dengan kerja keras, kesungguhan, ketekunan, ketelitian,dan selalu belajar dari kesalahan untuk bangkit dan perbaiki. Dengan tidak meninggalkan kecerdasan intelegensia, teruslah asah kecerdasan spiritual dan kecerdasan emosi karena kita pun tahu bahwa keberhasilan hidup ternyata lebih banyak dikendalikan oleh dua kecerdasan ini.

Prestasi identik dengan keberhasilan meraih piala, piagam, medali, atau sehelai kertas bertuliskan indeks prestasi. Prestasi tidak harus selalu berwujud itu bung! Kawan-kawan ku, raihlah prestasi setinggi-tingginya karena Allah berkehendak demikian. Sebuah prestasi yang hakiki tidak hanya pada puncak pencapaian (The end process of pipe), tetapi juga sejak dari niat karena Allah, dan selama proses yang diproses dengan ruh syariah dan aqidah Islam. Maka ketika itu pula sudah bernilai prestasi. Ketika itu pulalah Allah memberikan pahala atas segala usahanya, sekecil apapun. Dengan demikian, jika setiap amal perbuatanya adalah “based on” karena Allah Swt maka sudah masuk dalam ranah amal prestasi hakiki.

Kawan-kawanku, inilah momentum kita, bersama-sama mari gaungkan prestasi civitas akademika UNJ, bahanakan harmoni ini ke seluruh negeri dan sama-sama kita katakan, “Inilah kami mahasiswa UNJ, kami ada untuk berprestasi dan kami ada untuk bangsa”. InsyaAllah akan kita temukan rentetan prestasi yang memenuhi ruang kehidupan kampus dan negara serta menjadi tradisi berprestasi di kalangan civitas UNJ, baik mahasiswa, dosen, maupun pegawai.

Semoga Allah mengangkat dan meninggikan kita di antara ummat yang lain. Dan semoga Allah Swt senantiasa menjadikan kita hidup dalam kemanfaatan dan kebarokahan. Setiap prestasi yang kita ingin, dan wujudkan, semoga menjadikan Allah Swt meridhoinya. Aamiin

“dreaming to try, meant to make it happen,and pray to refine”. Semangat mengejar prestasi yang hakiki kawan-kawan. SEMANGAT BERJUANG!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s